Teknologi Tepat Guna (TTG) Pembuatan Plang Nama Desa Dari Botol Plastik Bekas

   Kegiatan program kerja ini memiliki fungsi sebagai daur ulang sampah dari penduduk yang tinggal di Desa Poreh Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Dengan adanya kegiatan daur ulang ini kelompok kami membangun proyek “Pembuatan Plang Nama Desa Dari Botol Plastik Bekas”. Botol plastik bekas merupakan sampah yang termasuk dalam kategori limbar anorganik yang dimana sampah botol plastik bekas ini sangat sulit terurerai dan dapat mencemari lingkunga jika tidak segera ditangani, selain itu botol plastik ini digunakan masyarakat untuk dijual dengan nilai yang tidak seberapa. Cara menangi limbah botol plastik ini dengan mendaur ulang botol plastik agar menjadi barang yang berguna dan dapat mengurangi limbah di desa Poreh. Botol plastik bekas ini dapat di daur ulang menjadi berbagai macam seperti celengan, tempat pensil, media tanaman gantung, plang nama desa, dan lain-lain. Kelompok kami memilih untuk fokus pada pembuatan plang nama desa menggunakan botol plastik bekas, karena kami menemukan banyak botol plastik bekas dari limbah lingkungan sekitar. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan potensi positif dalam mengelola limbah, memberikan nilai tambah pada sumber daya yang ada, dan mendukung konsep daur ulang. Dengan memanfaatkan botol plastik bekas yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, kami bertujuan untuk menciptakan plang desa agar mengurangi limbah botol plastik bekas yang ada di lingkungan.

Alat dan Bahan : 

1.      Botol Plastik

2.      Cat

3.      Kuas

4.      Tiner

5.      Kawat  

6.      Bambu

7.      Tang

8.      Palu

9.      Paku  

Prosedur Pembuatan : 

1.      Pertama mencuci botol plastik bekas

2.      Selanjutnya keringkan botol yang sudah dicuci

3.  Menyiapkan cat untuk proses pengecatan botol, dengan mencampurkan cat dan tiner sesuai takaran dan di aduk secara merata

4.   Proses pengecatan, setelah meniyapkan cat selanjutnya dilakukan pengecetan pada botol hingga merata agar terlihat lebih bagus dan menarik.

5.  Proses pengerigan, setelah melakukan peroses pengecetan, selajutnya jemur botol yang sudah dicat hingga kering

6.  Setelah botol kering, selanjutnya lubangi botol pada bagian atas dan bawah botol dengan cara paku dipanaskan meggunakan kompor agar memper muda pada saat melubangi botol.

7.    Proses pembetukan huruf, setelah botol sudah dilubangi selanjutnya masukan kawat pada lubang botol, dan ditata hingga membentuk huruf P, O, R, E, H, huruf ini dibuat sesuai nama desa.

8.   Proses pembuatan plang dari bambu, bentuk bambu dengan persegi panjang, dengan perkiraan huruf pas berada persegi panjangan tersebut.

9. Proses pemasangan huruf, setelah proses pembuatan plang dari bambu lakukan proses pemasangan huruf pada plang bamboo ang sudah jadi mengunakan kawat, agar penataan huruf lebih rapi dan kuat. 

10.  Setelah terpasang, selanjutnya pasang plang nama desa pada tenpat yang sering di lewati warga.

 

Manfaat :

Membuat plang nama desa dari botol plastik bekas memiliki beberapa manfaat yang signifikan, termasuk mengurangi limbah dan memberikan nilai tambah dan bermanfaat bagi desa. Plang nama desa dari botol plastik bekas dapat digunakan sebagai benda yang bisa menghiasi desa yang ramah lingkungan, membantu. Selain itu, mendaur ulang botol plastik ini  dapat menciptakan peluang meningkatkan harga jual yang yang lebih tinggi jika dikreasikan menjadi beda yang berguna, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, seperti polusi air dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah dokmentasi teknologi tepat guna pembuatan plang nama desa dari botol plastik bekas : 

 

Gambar 1. Proses Membersihkan Botol Plastik Bekas

Gambar 2. Proses Pencampuran Cat

 

Gambar 3. Proses Pengecetan

 

Gambar 4.Proses Melubangi Botol


Gambar 5. Proses Pembentukan Huruf

 

Gambar 6. Proses Pemasangan Huruf Pada Bambu

 

Gambar 7. Plang Nama Desa Siap Dipasang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar